Selasa, 24 Juli 2012

Tanda-tanda Mati telah Dekat

100 Hari Sebelum Hari Kematian menurut imam ghazali:

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yg dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil.

Contohnya seperti daging sapi/kambing yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

40 Hari Sebelum Hari Kematian

Sabtu, 21 Juli 2012

Benarkah Umar ibn Khattab mengubur anaknya hidup-hidup ?!



Terdapat beberapa buah buku yang tersebar luas dalam masyarakat yang menceritakan kisah Sayyidina Umar r.a. konon telah membunuh seorang anak perempuan dan menanamnya hidup-hidup, seperti sebuah buku berjudul “Sepuluh Shahabat Dijamin Ahli Surga” oleh Muhammad Ali Quthub, terbitan Pustaka Nasional Pte. Ltd (1984), hal. 50-51.



Dua artikel berkenaan cerita ini telah disiarkan dalam Akhbar Harakah. Satunya disiarkan sebagai bahan bacaan untuk kanak-kanak di ruangan BESTARI (Harakah, 18 Disember 1998) dan satu lagi artikel hasil penyelidikan satu kumpulan yang memakai nama ILHAM ( Harakah, 30 Nov 1998) . Keduanya mengandung cerita yang sama dengan meskipun dengan sedikit perbedaan .



Jika cerita seperti itu disebarkan oleh musuh Islam, tentu sekali tiada maksud lain bagi mereka melainkan untuk memburuk-burukkan Sayyidina Umar r.a. yang merupakan shahabat karib Rasulullah s.a.w. dan khalifah agung umat Islam.



Jika cerita seperti ini disebarkan oleh mereka dari kalangan Ahli Sunnah wal-Jamaah, pada pandangan penulis, ada dua kemungkinan yang mendorong mereka untuk menyebarkannya.



Pertama, karena jahil dan kedua, adalah karena menganggap kisah ini berlaku sewaktu Sayyidina Umar r.a. berada di zaman jahiliyyah.



Apa susahnya andaikata semasa zaman jahiliyyah itu, Sayyidina Umar r.a. telah melakukan perbuatan demikian! Selain itu bukankah ini menunjukkan kehebatan Islam dengan kemampuannya yang luar biasa dapat mengubah dan membentuk pribadi manusia sehingga manusia yang sekejam Sayyidina Umar r.a. itu pun telah menjadi sebaik-baik manusia malah menjad pemimpin Islam contoh untuk umat Islam ?



Bagi penulis, tidaklah masalah soal kehebatan Islam dalam mengubah kehidupan manusia karena itupun telah pun terbukti melalui banyak riwayat-riwayat yang shahih tetapi bagaimana dengan cerita kekejaman Sayyidina Umar r.a. ini ? Apakah kedudukannya ? Apakah cerita ini memang mempunyai dasar ataukah hanya dongeng dan cerita rekaan semata-mata ?



Alangkah baiknya kepada para pembaca sekiranya penulis-penulis buku dan artikel-artikel ini menyebutkan kitab-kitab rujukan kisah ini supaya amanah ilmiah yang mereka bawakan kepada orang banyak itu disampaikan dengan penuh tanggung jawab.



Kisah ini tidak akan dapat pernah ditemui walaupun hanya bayangannya saja di dalam kitab-kitab hadits atau kitab-kitab sejarah yang muktabar ! Tentu sekali cerita ini dibuat oleh musuh-musuh Islam tetapi sungguh malang sekali apabila kita sebagai umat Islam menerima apa saja yang disodorkan dalam cerita atau kisah-kisah shahabat padahal Rasulullah s.a.w. telah pun bersabda, “Cukuplah seseorang itu menjadi pendusta apabila ia menceritakan apa saja yang didengarnya.” ( Hadits Riwayat Muslim)



Tujuan penulis membetulkan artikel-artikel ini tidak lain adalah untuk memelihara kesucian sejarah hidup Rasulullah s.a.w. Juga untuk memberi peringatan kepada umat Islam umumnya, pendakwah-pendakwah, penulis-penulis dan guru-guru agama khususnya supaya berhati-hati apabila membawa sesuatu kisah berhubung dengan Rasulullah s.a.w. dan shahabat-shahabat baginda s.a.w. kerana mereka adalah cermin agama Islam.



Supaya lebih jelas kepada para pembaca, penulis tuliskan kembali bagian terpenting dari kisah Sayyidina Umar r.a. mengubur hidup-hidup anak perempuannya (sebagaimana yang disebarkan dalam akhbar di atas).



Begini ceritanya…..

Jumat, 13 Juli 2012

Terry Hold Brooks,


Seorang tentara AS yang bertugas menjaga dan menyiksa para mujahidin yang ditawan di Guantanamo, Terry Hold Brooks, dengan sukarela masuk Islam. Ke-Islamannya mengguncangkan negara ‘demokrasi' terbesar di dunia itu.




Hold Brooks ditugaskan oleh Angkatan Bersenjata AS untuk menjaga dan menyiksa para mujahidin di penjara Guantanamo. Para komandan senantiasa mendoktrin para tentara yang bertugas di Guantanamo bahwa para mujahidin yang mereka tahan adalah manusia paling jahat di muka bumi. Sebab, mereka bekerja di bawah kepemimpinan Usamah bin Ladin. "Mereka akan membunuhmu saat pertama kali engkau bertemu mereka, "kata para komandan.

Kamis, 12 Juli 2012

BELAJAR IHKLAS DARI GULA



Kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan manisnya gula, tapi tahukah kita meskipun gula itu sering digunakan dalam aneka makanan dan minuman, tapi jasa gula sering kali dilupakan, dan karena gula sering memberi rasa dengan ikhlas maka nilai gula sangatlah tinggi atau mahal harganya. contoh

1. Gula dicampur air dicampur teh, yang disebut adalah teh atau teh manis

2. Gula dicampur kopi dicampur air yang disebut adalah kopi atau kopi manis

3. Gula dicampur kopi dicampur air dicampur moca yang disebut kopi moca

4. Gula dicampur dalam adonan roti kalau sudah jadi disebut roti

Rabu, 11 Juli 2012

2 Modal Utama Dari ALLOH Untuk Tari

Assalaamu'alaykum, Sahabat Tari yang dimuliakan Alloh...

Alloh SWT memberi Sahabat Tari dua modal utama yang dengan dua modal tersebut, cukuplah bagi Sahabat Tari untuk menjadi alat dalam menghadapi segala persoalan hidup di dunia ini. Dua modal itu sengaja Alloh berikan memang untuk bekal Sahabat Tari hidup di dunia yang penuh dengan berbagai tantangan, ujian/cobaan serta persoalan-persoalan yang menghampiri setiap saat.

Orang yang mampu menggunakan dua modal utama tersebut, tentulah ia akan survive melalui kehidupan di dunia ini. Sebaliknya, keputus-asaan, frustasi, gila hingga bunuh diri adalah dampak dari manusia yang tidak mengenali dan tidak mengetahui atau sama sekali tidak mengerti bagaimana menggunakan dua modal tersebut.

Ya, modal tersebut adalah HATI & OTAK.
Di dalam hati harus dipenuhi dengan iman. Karena imanlah yang membuat Sahabat Tari mampu berdiri tegak. Karena iman yang tangguhlah seseorang berani berbuat apapun. Dan karena imanlah, seseorang meyakini apa yang di luar nalarnya.

Begitu pula dengan otak. Otak kita harus terisi pula dengan akal yang cerdas. Akal adalah alat untuk mencari jalan di setiap kerumitan. Akal adalah kunci jawaban di setiap persoalan. Karena itu, Sahabat Tari hanya butuh waktu beberapa saat saja untuk mefokuskan pikirannya hingga akalnya maksimal dan menghasilkan ide-ide brilliant untuk menyelesaikan kesempitan dan persoalan hidupnya.

Saya sering memotivasi teman-teman atau peserta training bahwa sepelik apa pun persoalan dalam hidup kita, kita cukup mengalokasikan waktu 1 atau 2 jam untuk berpikir (tafakkur). Lalu otak pun dimaksimalkan untuk berpikir mencari ide penyelesaian masalah. Iman pun dikuatkan tentang keyakinan pada Alloh SWT.

Maka insyaAlloh dalam waktu 1 sampai 2 jam, Sahabat Tari insya Alloh akan mendapatkan ide yang kita tunggu-tunggu. Sebuah ide brilliant yang mampu membuat Sahabat Tari terperangah... Seolah-olah Sahabat Tari tidak percaya bahwa Sahabat Tari bisa memperoleh ide sedemikian hebatnya... Karena itu beriman dan berpikirlah...

Selamat mencoba..


Salam Taqwa dari saya...

Assalaamu'alaykum..

Awan Abdullah
 
Taman Surga Edutainment
Perum. UNY Deresan II/7 Rt.15/05 CT, Depok, Sleman, DIY-Indonesia 55281
No. Telp/Hp. (0274) 9380 680 / 0838 67 0505 22

Sahabat Tari, Menjemput Kebahagiaan Itu Mudah

Assalaamu'alaykum, Sahabat Tari yang dimuliakan Alloh...
Menjemput kebahagiaan itu mudah, Sahabat Tari. Karena kemudahan itu diperoleh dari memberi kebahagiaan kepada orang lain.
Maka bahagiakanlah orang lain niscaya hidup Sahabat Tari pasti bahagia.
(Inspirasi dari QS. Al An’Am : 160)

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Pahala adalah balasan dari Alloh SWT yang bisa disegerakan di dunia atau diberikan di akhirat nanti. Balasan dunia tentunya adalah kemudahan-kemudahan Bisa juga rezeki, kesehatan dan sebagainya. Oleh karena itu, seseorang yang suka memberi kemudahan kepada orang lain, tentunya ia akan mendapat pahala. Bisa jadi pahala itu berbentuk kemudahan juga baginya, karena telah memberi kemudahan bagi orang lain.

Karena itu, teruslah Sahabat Tari memberi kemudahan dan berbagi kebahagiaan agar memperoleh kemudahan dan kebahagiaan insya Alloh.


Salam Taqwa dari saya...

Assalaamu'alaykum..

Awan Abdullah
 
Taman Surga Edutainment
Perum. UNY Deresan II/7 Rt.15/05 CT, Depok, Sleman, DIY-Indonesia 55281
No. Telp/Hp. (0274) 9380 680 / 0838 67 0505 22

Rabu, 04 Juli 2012

Cintailah Apa Yang Ada

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.